PAI STAINU PURWOREJO, — Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (HMPS PAI) STAINU Purworejo menggelar Workshop Digital Entrepreneur bertema "Strategi Bisnis Kreatif untuk Generasi Muda" di Auditorium STAINU Purworejo, Senin (29/6/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 09.30–12.30 WIB itu diikuti seluruh mahasiswa STAINU Purworejo dan bertujuan menumbuhkan semangat wirausaha di kalangan mahasiswa di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital.
Acara dibuka secara resmi dengan sambutan dari Ketua STAINU Purworejo, Dr. Mustadin Tanggala. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kemampuan entrepreneurship bagi mahasiswa sebagai bekal menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif. Menurutnya, penguasaan keterampilan berwirausaha tidak kalah penting dibandingkan kompetensi akademik, sehingga mahasiswa perlu didorong untuk berani mencoba dan mengembangkan potensi bisnis sejak masih berstatus mahasiswa.
Sambutan juga disampaikan oleh Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam, Najanuddin, M.Pd.I. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya mahasiswa mengasah kemampuan skill digital sejak dini, mengingat perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat menuntut generasi muda untuk adaptif dan melek digital. Ia berharap workshop ini dapat menjadi bekal awal bagi mahasiswa PAI untuk tidak hanya unggul di bidang keilmuan agama, tetapi juga mampu bersaing di ranah kewirausahaan digital.
Workshop ini menghadirkan Kurnia Nur Arifah, praktisi bisnis asal Purworejo yang dikenal sebagai pemilik Neana Hijab. Selain bergerak di bidang fashion, ia juga mengembangkan sejumlah lini usaha lain, mulai dari travel umrah, parfum, hingga tumbler.
Dalam paparannya, Kurnia membagikan pengalaman merintis usaha dari nol hingga berkembang pesat. Ia menjelaskan strategi pemanfaatan media sosial, khususnya Instagram, sebagai kanal pemasaran yang efektif — mulai dari teknik membuat konten (posting) hingga meyakinkan calon pembeli untuk bertransaksi (closing). Strategi tersebut, kata dia, menjadi kunci di balik omzet bisnisnya yang mencapai jutaan rupiah per bulan.
Ia mendorong mahasiswa untuk tidak menunda memulai usaha, sekalipun masih berstatus sebagai mahasiswa. Menurutnya, keberhasilan berwirausaha tidak melulu soal keuntungan, melainkan juga soal dampak yang bisa diberikan kepada orang lain.
"Kita jadi entrepreneur jangan cari untung saja, yang penting bisa bermanfaat buat orang lain," kata Kurnia di hadapan peserta.
Kurnia turut memberi motivasi khusus kepada mahasiswa STAINU Purworejo yang mayoritas berlatar belakang santri. Ia menegaskan, latar belakang pesantren bukan penghalang untuk meraih kesuksesan di dunia usaha, bahkan hingga ke pasar internasional.
"Kita dari santri bisa jadi entrepreneur hingga ke luar negeri, asalkan kita yakin, mau berusaha, dan konsisten," ujarnya.
Ketua HMPS PAI STAINU Purworejo menyampaikan, kegiatan ini diharapkan dapat memantik motivasi mahasiswa untuk berinovasi dan menciptakan peluang usaha yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Workshop ini juga dirancang sebagai ruang belajar aplikatif bagi mahasiswa dalam mengasah pola pikir kreatif menghadapi tantangan bisnis di era digital.
Acara ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif, dilanjutkan dengan pembagian doorprize sebagai bentuk apresiasi kepada peserta. Melalui rangkaian program edukatif semacam ini, HMPS PAI STAINU Purworejo berharap dapat terus melahirkan wirausahawan muda dari kalangan santri yang mampu bersaing, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Kontributor: Isty Nurkholifah
Video Terkait :

Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Purworejo merupakan salah satu Perguruan Tinggi di Kabupaten Purworejo yang memiliki salah satu visi yakni menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran yang kreatif, inovatif dan berwawasan kebangsaan dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang kompetitif di era global.